Selasa, 12 Februari 2008

Merencanakan Dapur



Salah satu area servis di dalam rumah tinggal adalah dapur dimana menjadi tempat mengolah bahan makanan. Sebagai salah satu fungsi servis, seringkali perencanaan dapur menjadi terabaikan.

Memang kebutuhan setiap orang pada sebuah dapur berbeda-beda. Ada yang senang memasak, sehingga ukuran dapur luas dan dipenuhi dengan peralatan yang lengkap. Ada juga yang tidak terlalu suka berlama-lama di dapur atau lebih banyak menggunakan jasa catering untuk memenuhi kebutuhan makanan di rumah. Yang demikian itu tentunya tidak membutuhkan dapur yang luas. Ada juga yang dapurnya digabungkan dengan ruang makan. Salah satu alasan yang pernah dilontarkan adalah karena di saat bunda memasak di dapur, si anak dapat menggunakan meja makan sebagai meja belajarnya.

Meskipun sangat bervariasi, ada beberapa hal standar yang sebaiknya dipenuhi dalam merencanakan dapur.

Tata letak
Dilihat dari kegiatan yang dilakukan di dapur, ada 3 kegiatan utama yaitu
1. persiapan
2. pengolahan
3. penyajian

1. Persiapan. Di dalam kegiatan persiapan, terdapat kegiatan penyimpanan, pencucian, pemotongan bahan-bahan. Sehingga untuk memenuhi kegiatan 1, diperlukan lemari penyimpanan bahan makanan (kulkas), bak cuci, meja potong, dan peralatan lainnya yang mungkin diperlukan misalnya food processor, blender dst.nya. Semakin banyak peralatan yang ingin digunakan tentunya akan memerlukan ruang lebih luas.

2. Pengolahan. Untuk mengolah atau memasak makanan, bisa dilakukan proses menggoreng, merebus, memanggang, dll. Sehingga untuk memenuhi kegiatan 2, diperlukan kompor, tabung gas (jika menggunakan kompor gas), wajan, panci, oven, dll.

3. Penyajian. Untuk menyajikan makan yang telah diolah, perlu disiapkan wadah untuk disajikan di meja makan, atau meja saji. Sehingga untuk kegiatan 3 diperlukan tempat penyimpanan wadah/piring/mangkuk dll. Secara peletakan ruang, area penyajian ini sebaiknya dekat dengan ruang makan atau meja makan.

Ketiga kegiatan tersebut merupakan kegiatan utama di dalam dapur yang sifatnya berurutan. Dari kegiatan 1 ke kegiatan 2, dari kegiatan 2 dilanjutkan ke kegiatan 3. Sebenarnya setelah penyajian akan berlangsung kegiatan pembersihan. Fasilitas yang diperlukan untuk kegiatan ini sudah tersedia di kegiatan 1.


Diagram tata letak dapur dapat dilihat pada gambar.







Ventilasi Udara
Di dalam proses pengolahan bahan makanan seringkali menimbulkan bau-bauan yang mungkin akan mengganggu. Terkadang juga dihasilkan asap. Oleh karena itu, sangat penting untuk merencanakan dapur dengan aliran udara yang baik.

Jika memungkinkan, gunakan sistem ventilasi pasif. Caranya dengan membuat lubang angin di dua sisi dinding yang berseberangan. Seringkali karena kondisi ruangan dan keterbatasan lahan, hal tersebut sukar untuk dilakukan. Untuk mengatasinya, perlu dibuat exhaust fan, yang akan mengeluarkan udara panas dari dapur.


Alternatif Denah
Berdasarkan bentuk ruang, terdapat beberapa alternatif denah seperti yang terlihat pada gambar. Bentuk ruangan yang memanjang, cenderung menggunakan meja dapur di satu sisi. Sedangkan bentuk ruang yang cenderung bujursangkar bisa menggunakan meja dapur 2 sisi atau siku.

Masih terdapat alternatif lain yang dapat Anda kembangkan sendiri. Yang penting adalah pertahankan diagram aktivitas dapur (linear atau segitiga) dan perhatikan persyaratan-persyaratan kenyamanan seperti aliran udara, pencahayaan, dan sirkulasi.

Untuk memperkirakan apakah lebar ruangan cukup memadai dan nyaman pada saat digunakan, perlu diperiksa terhadap ukuran standar meja dapur dan sirkulasi. Sebagai acuan, berikut ini adalah beberapa ukuran standar. Biasanya lebar meja dapur adalah 50-60 cm. Tinggi meja dapur sekitar 75-80cm. Lebar sirkulasi dimana ada satu meja kerja adalah 80-90 cm. Lebar sirkulasi dimana ada 2 meja kerja adalah 120 cm.

1 komentar:

rumah desain 2000 mengatakan...

Terimakasih tipsnya. ada gambarnya juga, cukup jelas penjelasannya. Salam kenal