Tampilkan postingan dengan label Konsultasi Arsitektur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konsultasi Arsitektur. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Desember 2007

Merencanakan Program Ruang dan Diagram Ruang

Tanya:
Assalamualaikum Bapak / Ibu Arsitek,
Nama saya Vivi, saya baru beli rumah di Tangerang type 22/72. Saya mohon masukkannya untuk berbagi dalam hal merancang rumah. Saya ingin membangun 2 lantai. Untuk lantai dasar saya mau ada :

1. 1 kamar utama
2. 1 kamar mandi
3. ruang keluarga
4. ruang tamu
5. dapur
6. taman belakang
7. teras
8. carport
9. taman depan

Untuk lantai 2 :

1. 2 kamar anak
2. ruang sholat
3. tempat jemuran
4. teras atas

Saya rasa cukup demikian. Saya menunggu jawaban anda secepatnya. Terima kasih

Wassalamualaikum..Wr.. Wb..
Vivie


Jawab:

Wa alaikum salam….. Ibu Vivie…
Sepertinya Ibu ingin segera mengembangkan rumah yang baru dibeli. Sayangnya, data kondisi eksisting yang Ibu berikan sangat minim. Mudah-mudahan penjelasan di bawah ini dapat membantu.

Dalam perancangan rumah, tahap awal yang harus dilakukan adalah menyusun program ruang yang terdiri dari nama-nama ruangan seperti yang telah Ibu buat dan perkiraan luasannya.

Pada tanah di atas 72 m2, area yang dapat dibangun dengan asumsi KDB 70% adalah +/- 50 m2 pada lantai dasar. Ini berarti luas lantai total pada lantai dasar tidak boleh melebihi 50 m2. Carport dan taman masuk dalam “ruang terbuka”, jadi tidak masuk dalam perhitungan luas lantai. (KDB-Koefisien Dasar Bangunan, adalah suatu angka yang ditetapkan oleh Dinas Tata Kota. Untuk daerah yang berfungsi sebagai resapan air, angka KDB sangat kecil bisa sampai 30%. )

Perkiraan luas ruangan adalah sebagai berikut:
Lantai 1:
Kamar utama 12 m2
Kamar mandi 3 m2
Ruang Keluarga 16 m2 (juga berfungsi sebagai ruang makan)
Ruang Tamu 6 m2
Dapur 5 m2
------------------------------------------
Subtotal 42 m2
Sirkulasi 15-20% 8 m2
------------------------------------------
Total 1 50 m2


Lantai 2:
Kamar Anak 1 9 m2
Kamar Anak 2 9 m2
Ruang Sholat 6 m2
Cuci Jemur 6 m2
Kamar mandi 3 m2
------------------------------------------
Subtotal 33 m2
Sirkulasi 15-20% 6 m2
------------------------------------------
Total 2 40 m2

Luas teras tidak dicantumkan karena dapat disesuaikan pada waktu merancang.
Luas carport ideal adalah sekitar 2,4 x 5 m, sirkulasi di sekitar kendaraan yang di parkir akan terasa nyaman. Seringkali karena tanah tidak mencukupi, ukurannya menjadi lebih kecil.

Berdasarkan perkiraan luas tersebut, denah dapat disusun dan disesuaikan dengan ukuran tanah dan kondisi setempat.

Beberapa masukan tentang desain adalah sebagai berikut:

  • Agar ruangan tidak terasa sempit, sebaiknya ruang tamu dan ruang keluarga menyatu.
  • Ruang bawah tangga dimanfaatkan untuk kamar mandi pada lantai 1.
  • Taman belakang sedapat mungkin berada di antara dapur, ruang keluarga dan kamar mandi.
  • Bentuk ruang sholat harus memperhatikan arah kiblat. Sehingga ukuran dan kapasitas ruangan akan optimal

    Berikut ini adalah diagram ruang yang menunjukkan hubungan setiap ruang. Tata letak dan ukuran ruang dapat diatur dan disesuaikan dengan ukuran tanah.

Kamis, 22 November 2007

Renovasi Lebih Mahal daripada Membangun Baru?

Tanya:

Saya berniat merenovasi rumah dari yg satu lantai menjadi 2 lantai karena kebutuhan jumlah kamar yg kurang, dg merombak sebagian dari bangunan (lantai 1) yg ada sebelumnya. Yg ingin saya tanyakan adalah
1. Apakah langkah saya merombak sebagian lantai 1 dg menambah 1 lantai bisa menghemat biaya pembangunan atau sama saja jika saya merombak total lantai bawah? Masalahnya saya juga tidak tahu apakah bangunan sebelumnya mempunyai pondasi yg cukup utk 2 lantai.
2. Berapa kira kira biaya per meter perseginya untuk bangunan 2 lantai untuk rumah sedang (menengah) untuk saat ini?

Terimakasih saya ucapkan atas perhatiannya
Ade

Jawab:
Ibu Ade yang terhormat, terima kasih atas pertanyaannya.

Merenovasi rumah dengan cara merombak sebagian bangunan dapat dilakukan jika bagian rumah yang tidak dirombak:

  • tidak banyak mengalami perubahan desain
  • tidak banyak terkena bongkaran untuk pondasi 2 lantai
  • kondisi bangunan masih kuat
  • areanya cukup luas
  • desain bangunan baru masih terlihat serasi dengan bangunan lama

Tentunya cara ini dapat menghemat biaya.

Yang sering terjadi, pada waktu proses renovasi dan bangunan hampir selesai, bangunan lama jadi terlihat “buruk” dan akhirnya pemilik rumah merasa harus membongkar bangunan lama. Perubahan-perubahan rencana di tengah jalan seperti itu dapat membuat biaya menjadi lebih besar.

Jika pondasi pada bangunan lama tidak diketahui, pada waktu konstruksi dapat digali dan dilihat apakah pondasinya memungkinkan untuk 2 lantai. Jika tidak maka dapat dilakukan perkuatan-perkuatan setempat atau di lapangan sering disebut pondasi suntik.
Ini menyebabkan bangunan lama harus dibongkar pada titik-titik pondasi (sebagian area lantai dan dinding perlu akan perlu dibongkar). Bisa Ibu bayangkan, jika di ruangan 3x3 terdapat galian untuk 4 titik pondasi di setiap pojok ruangan, maka hampir seluruh lantai dibongkar.

Jadi, sebaiknya Ibu Ade pastikan dahulu kondisi bangunan yang ada sekarang, dan rencanakan lantai 2 sedemikian rupa sehingga tidak banyak membuat bongkaran pada bangunan yang lama. Misalnya dengan cara, bangunan lantai 2 akan berada di atas separuh bangunan lama, separuhnya lagi tetap utuh hanya 1 lantai.

Biaya konstruksi bangunan akan sangat bervariasi, tergantung material yang digunakan, kualitas hasil kerja dan tingkat kesulitan pengerjaan. Perkiraan harga untuk kualitas menengah, sekitar 2 juta - 3 juta/m2.